Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 89 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar belajar bersama dan praktik pembuatan komposting di Balai Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada Jumat 03 Juli 2026. Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan lingkungan, dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dari yang paling mudah ditemukan yakni sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat.
Kegiatan yang diselenggarakan dihadiri oleh dua puluh empat partisipan yang diantaranya merupakan warga desa, Kader Posyandu ditiga dusun yang ada di Desa Laren, yakni Dusun Laren, Gendong dan Ketintang, , serta beberapa perangkat desa. Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Kepala Desa Laren, Ibu Ummi Khoiriyah.
“Saya berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, ibu-ibu bisa mulai mencoba membuat kompos sendiri di rumah. Sampah dapur yang biasanya langsung dibuang ke TPS bisa mulai diolah menjadi pupuk kompos. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasil komposnya juga bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman dikebun dan taman rumah." Ujar Ibu Ummi Khoiriyah, sewaktu sambutan.
Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos yanag merupakan pupuk organik yang dihasilkan melalui proses penguraian sisa bahan organik, seperti dedaunan dan sisa makanan, dengan bantuan mikroorganisme pengurai. Ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman.
Pemateri juga menjelaskan bahwa proses komposting menghasilkan dua produk utama, yaitu pupuk kompos dan air lindi. Pupuk kompos yang matang memiliki tekstur menyerupai tanah gembur dan siap dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Sementara air lindi merupakan cairan hasil tetesan proses pengomposan yang mengandung nutrisi. Cairan ini perlu disimpan terlebih dahulu dalam wadah tertutup sebelum dimanfaatkan, sehingga penggunaannya menjadi lebih optimal.
"Komposting tidak hanya menghasilkan kompos sebagai pupuk organik, tetapi juga menghasilkan air lindi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair setelah melalui proses fermentasi. Dengan begitu, hampir seluruh hasil penguraian sampah organik dapat dimanfaatkan kembali," Ungkap salah satu Pemateri.
Usai sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik bersama pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar terutama dari sampah dapur di rumah. Antusias peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, Ibu-ibu partisipan aktif mengikuti sesi diskusi dan praktik.
“saya pernah membuat komposting juga dirumah tapi tidak berhasil dan baunya menyengat sehingga mengganggu tetangga, materi dari adik adik kkn berdeba dengan yang saya pratekan kemarin mungkin bisa jadi jawaban kenapa komposting saya kemarin tidak berhasil” ujar salah satu peserta dalam kegiatan tersebut.
Ketua KKN 89 Desa Laren menjelaskan mengenai pentingnya sosialisasi komposting sebagai cara untuk mengolah sampah organik dan memanfaatkan limbah rumah tangga dengan baik. Dia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa semangat perubahan melalui slogan yang diusung dalam sosialisasi.
“Dari dapur ke bumi, dari sampah menjadi manfaat” Ujar nya
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN kelompok 89 berharap masyarakat Desa Laren mulai membiasakan memilah sampah organik dari sampah dapur dan mengolahnya menjadi kompos yang dapat dimaanfaatkan. Dengan kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah, meningkatkan kesehatan lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Belajar bersama dan praktik pembuatan komposting ini menjadi langkah awal dari serangkaian program kerja KKN kelompok 89 UINSA Surabaya yang berfokus pada kesehatan lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan di Desa Laren.