Sebagai salah satu UMKM yang berkembang di Desa Laren, Kecamatan Laren , Kabupaten Lamongan Pabrik Tahu H. Anwar & Kj.Kasmiati menjadi tujuan kunjungan edukatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 89 UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana kedelai diolah menjadi tahu serta mengenal berbagai tahapan produksi yang dilakukan setiap hari.

Selama kunjungan, Bersama Mas Suparman selaku pekerja pabrik para mahasiswa diajak menyaksikan secara langsung setiap tahapan pembuatan tahu, dimulai dari proses pemilihan kedelai, perendaman, penggilingan, perebusan, penyaringan sari kedelai, penggumpalan, hingga proses pencetakan dan pemotongan tahu.

“Proses pembuatan tahu dimulai dengan merendam kedelai selama kurang lebih 1 setengah hingga 2 jam agar bijinya mengembang dan lebih mudah diolah. Setelah itu, kedelai digiling lalu direbus, kemudian melalui proses pengayakan dan penyaringan untuk memisahkan sari kedelai dari ampasnya. Sari kedelai tersebut selanjutnya digumpalkan hingga membentuk dadih tahu.” ujar Suparman saat menerima kunjungan mahasiswa KKN 89 UINSA, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan setelah perebusan, bubur kedelai melalui proses pengayakan dan penyaringan untuk memisahkan sari kedelai dari ampasnya. Sari kedelai yang telah diperoleh kemudian diberi bahan penggumpal hingga membentuk dadih tahu. Dari proses inilah tekstur tahu mulai terbentuk sebelum akhirnya masuk ke tahap pencetakan. Setiap tahapan dilakukan secara berurutan agar hasil produksi tetap konsisten dan layak dipasarkan.

Pada tahap akhir, dadih tahu dicetak dan dipres untuk membentuk tahu sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu, tahu dipotong dan direndam dalam air bersih agar tetap segar sebelum didistribusikan ke pasar. Prosedur ini menunjukkan bahwa pengelolaan tahu tidak hanya berhenti pada proses produksi, tetapi juga mencakup penanganan pascaproduksi agar kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

“Setelah direbus, bubur kedelai kami ayak dan saring untuk mengambil sari kedelainya, kemudian diberi bahan penggumpal hingga menjadi dadih tahu sebelum dicetak, dipotong, dan direndam dalam air bersih. Semua tahapan itu harus dilakukan dengan teliti agar tahu yang dihasilkan berkualitas dan siap dipasarkan,” Jelasnya.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran mengenai proses produksi pangan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM yang berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian desa. Pengelolaan yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu kunci keberlangsungan usaha, termasuk dalam menjaga ketersediaan bahan baku, kebersihan alat produksi, serta kelancaran alur kerja di pabrik.

Dengan adanya kunjungan ini, para mahasiswa KKN 89 memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif, Dengan melihat secara langsung proses pembuatan tahu dari awal hingga siap untuk dipasarkan, Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus mendukung pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian desa.

“Kunjungan ini membuka wawasan kami mengenai proses pengolahan tahu dari awal hingga siap dipasarkan. Kami berharap UMKM seperti Pabrik Tahu H. Anwar dapat terus berkembang dan semakin dikenal sebagai salah satu potensi unggulan Desa Laren,” ujar Mahasiswa KKN 89 UINSA, G.A Zinnia Maulida H.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image