Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menjadi tujuan kunjungan mahasiswa pada Kamis (9/7) dalam rangka menambah wawasan mengenai dunia usaha dan proses produksi industri lokal. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pabrik Es Kristal Es Qu, sebuah usaha yang memproduksi es kristal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.

Pihak pengelola pabrik Mbk Tita menjelaskan bahwa setiap tahapan produksi dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan agar es yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi. Selain itu, keberadaan pabrik juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi di lingkungan desa.

"Tahap pertama dalam pembuatan es kristal adalah proses penyaringan air. Air yang digunakan harus benar-benar bersih dan melalui beberapa tahapan filtrasi agar menghasilkan es yang jernih dan aman untuk dikonsumsi," ujar Mbk Tita saat menemani Mahasiswa KKN 89 di Pabrik Es Kristal Es Qu.

"Setelah air dipastikan bersih, kami memasukkannya ke dalam mesin pembeku. Proses ini membutuhkan waktu tertentu hingga air berubah menjadi kristal es yang jernih dan siap untuk diproses lebih lanjut," lanjutnya

Selama kunjungan, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung tahapan pembuatan es kristal. Proses produksi diawali dengan penyaringan dan sterilisasi air untuk memastikan kualitas dan kebersihan produk. Selanjutnya, air diproses menggunakan mesin pendingin hingga membentuk kristal es yang jernih.

Setelah proses produksi selesai, es kristal yang telah terbentuk kemudian memasuki tahap pengemasan. Pihak pengelola pabrik menjelaskan bahwa es dikemas sesuai ukuran yang telah ditentukan untuk menjaga kualitas dan memudahkan proses distribusi.

Lalu, es kristal disimpan sementara di ruang pendingin  dengan suhu sekitar -15°C hingga -18°C untuk menjaga kualitas produk sebelum didistribusikan kepada pelanggan. sebelum didistribusikan ke berbagai pelanggan, mulai dari warung, rumah makan, hingga pelaku usaha lainnya di sejumlah wilayah sekitar.

"Pada tahap akhir, es kristal yang sudah jadi kami kemas ke dalam plastik sesuai kebutuhan pasar. Setelah itu, es disimpan di ruang pendingin dan selanjutnya didistribusikan ke agen pelanggan di sekitar wilayah Laren," jelasnya.

Salah seorang mahasiswa peserta kunjungan mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan ke Pabrik Es Kristal Es Qu memberikan gambaran nyata mengenai proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi produk, serta menunjukkan bahwa usaha lokal memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi es kristal, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana sebuah usaha lokal dapat berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat.

"Melalui kunjungan ini, aku tidak hanya mendapat Gambaran tapi juga melihat secara langsung proses produksi di pabrik dan memahami bahwa usaha lokal memiliki potensi besar untuk terus berkembang serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," tutup mahasiswa KKN 89, Ahmad Azmi

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin.
CAPTCHA Image